11.12 / Diposting oleh Ari_Supriyadi / komentar (8)


TEKNIK KIMIA DALAM INDUSTRI PARFUM

Parfum adalah campuran dari essential oils, senyawa aromatik, fixatives, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan keharuman pada tubuh manusia, objek, atau ruangan. Jumlah dan tipe dari pelarut yang dicaMpur dengan essential oils menentukan apakah suatu parfum termasuk perfume extract, Eau de parfum, Eau de toilette, or Eau de Cologne.

Perfume extract: 20%-40% aromatic compounds

Eau de parfum: 10-30% aromatic compounds

Eau de toilette: 5-20% aromatic compounds

Eau de cologne: 2-3% aromatic compounds


Klasifikasi Parfum

  • Floral: Parfum yang didominasi oleh aroma dari satu atau berbagai jenis bunga. Ketika hanya satu bunga yang digunakan, parfum ini disebut soliflore (seperti Diorissimo keluaran Dior yang bahannya melati).
  • Chypre: Parfum yang tersusun dari bergamot, jasmine dan oakmoss.
  • FougèreParfun yang tersusun dari lavender, coumarin and oakmoss. Banyak parfum pria yang termasuk jenis ini karena aroma parfum ini tajam.
  • Leather: Parfum yang merupakan campuran aroma dari madu, tobacco, kayu, dan wood tars serta aroma lain yang ada pada kulit binatang.
  • Woody: Parfum yang didominasi oleh aroma kayu, utamanya sandalwood and cedar.
  • Orientals atau ambers: Parfum yang mengandung aroma vanilla dan aroma binatang yang dicampur dengan aroma bunga dan kayu.
  • Citrus: Parfum yang didominasi oleh aroma citrus.

Sebelum parfum dapat dibuat, pemberi aroma (odorants) harus diperoleh terlebih dahulu. Odorants dapat diperoleh dari alam atau disintesis di laboratorium. Odorants sintetik diproduksi melalui sintesis organic dan pemurnian. Sedangkan odorants dari sumber daya alam memerlukan proses khusus untuk mengambil senyawa aromatic dari bahan baku. Proses-proses yang biasa digunakan antara lain:

· Ekstraksi menggunakan solven

Ini adalah cara yang ekonomis dan paling biasa digunakan untuk mengambil senyawa aromatik dalam industri parfum modern. Bahan baku dicampur dengan solven yang dapat melarutkan senyawa aromatic yang diinginkan, tetapi tidak melarutkan senyawa lain. Cara ini digunakan terutama untuk mengambil senyawa yang dapat rusak bila terkena panas berlebihan.

Co-current extraction

Counter-current extraction

Cross-current extraction


Salah satu ekstraksi yang sering digunakan adalah :

ü Supercritical fluid extraction:

Ini adalah cara yang relative baru untuk mengambil senyawa aromatic dari bahan baku. Pada ekstraksi ini digunakan supercritical CO2. Karena proses ini menggunakan panas yang rendah dan solven yang tidak reaktif, senyawa aromatik yang terambil hampir memiliki aroma yang sama dengan aroma bahan baku.

  • Distilasi

Ini adalah cara yang paling umum untuk mengambil senyawa aromatic dari tumbuhan, seperti bunga jeruk dan mawar. Bahan baku dipanaskan dan senyawa aromatiknya dikumpulkan kembali melalui kondensasi dari uap yang dihasilkan.




Jenis-jenis distilasi yang sering digunakan adalah :

ü Distilasi uap

Uap dari air mendidih dilewatkan melalui bahan baku yang dapat melarutkan senyawa aromatic dari bahan baku. Campuran uap dan senyawa aromatic yang terambil dikondensasi dan kemudian air dapat dengan mudah dipisahkan dari senyawa aromatic terambil. Proses ini digunakan untuk tumbuhan segar seperti bunga, daun, atau pucuknya.

ü Distilasi kering

Bahan baku langsung dipanaskan tanpa adanya pelarut seperti air. Senyawa aromatik akan terlepas dari bahan baku melalui panas yang tinggi yang biasanya disertai pirolisis anhidrat sehingga menghasilkan pembentukan senyawa aromatik yang berbeda. Proses ini biasa digunakan untuk mengambil senyawa aromatik dari fossil amber dan fragrant wood di mana aroma ’terbakar’ atau ’terpanggang’ diinginkan.

  • Expression

Bahan baku diperas atau ditekan kemudian minyak yang keluar dikumpulkan. Dari berbagai bahan baku, hanya essential oils dari kulit dan biji buah dari citrus family yang dapat terambil melalui perlakuan ini karena minyak yang ada cukup banyak jumlahnya.

  • Enfleurage

Penyerapan senyawa aromatik oleh ’wax’ dan kemudian mengekstraknya dengan alkohol. Pengambilan senyawa aromatik melalui proses ini biasanya dilakukan ketika distilasi tidak dapat dilakukan. Proses ini sudah tidak biasa digunakan oleh industri masa kini karena biayanya yang mahal.

Peran teknik kimia dalam industri parfum adalah mulai dari pemilihan proses pengambilan senyawa aromatic dari bahan baku yang sesuai (distilasi, ekstraksi, dan lain-lain), pemurnian hasil (penyesuaian konsentrasi senyawa aromatic dalam parfum), dan juga bisa dalanm hal peningkatan efisiensi kerja pabrik seluruhnya.

Disusun oleh:


ARI SUPRIYADI

07/250201/TK/32341

JURUSAN TEKNIK KIMIA

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Label:

seuntai penjelasan tentang teknik kimia

18.36 / Diposting oleh Ari_Supriyadi / komentar (3)

Ketika mendengar kata teknik kimia, orang - orang pasti langsung bergidik atau merasa ngeri. Mereka telah memiliki mind set bahwa teknik kimia merupakan sebuah terapan yang menggabungkan ilmu eksak yang sangat rumit, yaitu matematika, fisika, dan kimia. Namun, setelah itu mereka pasti akan bertanya tentang apa sebenarnya yang dilakukan dalam bidang teknik kimia dan apa saja lingkup pekerjaan yang dapat diambil oleh lulusannya.

Menurut saya, teknik kimia memang merupakan perpaduan dari ilmu eksak yang begitu mematikan (matematika, fisika, dan kimia .red). Perpaduan ilmu di atas dimaksudkan untuk mengolah sumber daya yang ada di alam menjadi suatu produk yang memiliki nilai pakai lebih tinggi.

Selain berkutat dengan 3 ilmu mematikan di atas, teknik kimia juga menitikberatkan setiap kegiatannya pada ekonomi atau bahasa lainnya adalah UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Sarjana teknik kimia diharapkan dapat menaikkan nilai pakai suatu materi agar dapat memperoleh keuntungan melalui serangkaian proses rumit yang melibatkan 3 ilmu 'sakti' tadi. Apa gunanya bersusah payah terlibat dengan rumus dan hukum alam yang sulit bila tidak ada keuntungan atau uang yang diperoleh. Benar bukan? Jadi dapat dikatakan bahwa orang kimia 'dikendalikan' oleh uang atau keuntungan.

Bila dilihat dalam bagian di atas, orang-orang teknik kimia terlihat begitu individualis dan egois karena hanya berorientasi pada uang dan sibuk mengurusi proses-proses rumit untuk menaikkan nilai pakai materi. Namun, itu tidak sepenuhnya benar karena salah satu aspek teknik kimia yang tak kalah penting adalah humanitas. Artinya, walaupun sibuk mengejar keuntungan, orang-orang teknik kimia wajib memperhatikan keadaan orang lain di sekitar mereka. Bentuk perhatian ini bisa dalam bentuk menjaga kelestarian lingkungan pemukiman (dengan cara mengolah limbah), memberikan bantuan dana (melalui penyisihan keuntungan), dan membuka lapangan pekerjaan (sangat disarankan).

Secara garis besar, dunia teknik kimia mengenal 6 aspek utama menyangkut seluruh kegiatannya. Dalam dunia internasional, aspek itu disebut CHEMICAL ENGINEERING TOOLS yang isinya adalah:

1. Neraca massa

2. Neraca energi atau panas

3. Kesetimbangan

4. Proses kecepatan (rate process)

5. Ekonomi

6. Humanitas

Agar orang-orang dapat memahami 6 Chem-Eng Tools di atas, maka diadakanlah jurusan teknik kimia, yang salah satunya adalah jurusan teknik kimia di Universitas Gadjah Mada. Dalam jurusan teknik kimia, mahasiswa diajarkan apa definisi dan bagaimana kegunaan Chem-Eng Tools nomor 1 sampai 5 melalui kegiatan perkuliahan. Untuk dapat mengerti juga Chem-Eng Tools nomor 6, mahasiswa jurusan teknik kimia diharapkan terlibat dalam komunitas di luar komunitas akademis agar sosialisasi para mahasiswa bisa berkembang. Contohnya adalah dengan menjadi anggota Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia (seperti yang ada di jurusan teknik kimia UGM), menjadi panitia seminar atau acara menyangkut pihak di luar kampus (seperti Job Fair dan Career Workshop yang pernah diadakan di Yogyakarta), dan lain-lain. Bila dapat menyeimbangkan pelaksanaan 2 bagian Chem-Eng Tools tersebut, maka sarjana teknik kimia yang dihasilkan akan memiliki 'nilai jual' yang tinggi.

Sarjana teknik kimia sangat diharapkan dapat menjadi seorang entrepeneur atau pengusaha. Hal ini bukannya tanpa alasan yang logis atau jelas. Sarjana teknik kimia diharapkan dapat menjadi pengusaha atau orang yang membuka suatu usaha baru dengan maksud agar mucul juga proses-proses baru untuk mengolah sumber daya yang ada di alam. Dengan meningkatnya jumlah pemilik usaha, maka jumlah proses yang terjadi di dunia ini bisa semakin meningkat juga yang berarti sumber daya yang ada dapat benar-benar dikelola secara maksimal dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang kejidupan manusia.

Dari uraian singkat saya di atas, tentulah Anda dapat melihat dengan jelas betapa mulianya pekerjaan seorang sarjana teknik kimia dalam kehidupan di dunia ini. Selain itu, tentu saja saya mengharapkan Anda tidak merasa ngeri atau aneh lagi ketika mendengar kata teknik kimia dan malah semakin tertarik berhubungan dengannya.



oleh:


Ari Supriyadi

07/250201/TK/32341

Jurusan Teknik Kimia

Universitas Gadjah Mada

Label: