TEKNIK KIMIA DALAM INDUSTRI PARFUM
Parfum adalah campuran dari essential oils, senyawa aromatik, fixatives, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan keharuman pada tubuh manusia, objek, atau ruangan. Jumlah dan tipe dari pelarut yang dicaMpur dengan essential oils menentukan apakah suatu parfum termasuk perfume extract, Eau de parfum, Eau de toilette, or Eau de Cologne.
Perfume extract: 20%-40% aromatic compounds
Eau de parfum: 10-30% aromatic compounds
Eau de toilette: 5-20% aromatic compounds
Eau de cologne: 2-3% aromatic compounds

Klasifikasi Parfum
- Floral: Parfum yang didominasi oleh aroma dari satu atau berbagai jenis bunga. Ketika hanya satu bunga yang digunakan, parfum ini disebut soliflore (seperti Diorissimo keluaran Dior yang bahannya melati).
- Chypre: Parfum yang tersusun dari bergamot, jasmine dan oakmoss.
- FougèreParfun yang tersusun dari lavender, coumarin and oakmoss. Banyak parfum pria yang termasuk jenis ini karena aroma parfum ini tajam.
- Leather: Parfum yang merupakan campuran aroma dari madu, tobacco, kayu, dan wood tars serta aroma lain yang ada pada kulit binatang.
- Woody: Parfum yang didominasi oleh aroma kayu, utamanya sandalwood and cedar.
- Orientals atau ambers: Parfum yang mengandung aroma vanilla dan aroma binatang yang dicampur dengan aroma bunga dan kayu.
- Citrus: Parfum yang didominasi oleh aroma citrus.
Sebelum parfum dapat dibuat, pemberi aroma (odorants) harus diperoleh terlebih dahulu. Odorants dapat diperoleh dari alam atau disintesis di laboratorium. Odorants sintetik diproduksi melalui sintesis organic dan pemurnian. Sedangkan odorants dari sumber daya alam memerlukan proses khusus untuk mengambil senyawa aromatic dari bahan baku. Proses-proses yang biasa digunakan antara lain:
· Ekstraksi menggunakan solven
Ini adalah cara yang ekonomis dan paling biasa digunakan untuk mengambil senyawa aromatik dalam industri parfum modern. Bahan baku dicampur dengan solven yang dapat melarutkan senyawa aromatic yang diinginkan, tetapi tidak melarutkan senyawa lain. Cara ini digunakan terutama untuk mengambil senyawa yang dapat rusak bila terkena panas berlebihan.
Co-current extraction
Counter-current extraction
Cross-current extraction
Salah satu ekstraksi yang sering digunakan adalah :
ü Supercritical fluid extraction:
Ini adalah cara yang relative baru untuk mengambil senyawa aromatic dari bahan baku. Pada ekstraksi ini digunakan supercritical CO2. Karena proses ini menggunakan panas yang rendah dan solven yang tidak reaktif, senyawa aromatik yang terambil hampir memiliki aroma yang sama dengan aroma bahan baku.
- Distilasi
Ini adalah cara yang paling umum untuk mengambil senyawa aromatic dari tumbuhan, seperti bunga jeruk dan mawar. Bahan baku dipanaskan dan senyawa aromatiknya dikumpulkan kembali melalui kondensasi dari uap yang dihasilkan.

Jenis-jenis distilasi yang sering digunakan adalah :
ü Distilasi uap
Uap dari air mendidih dilewatkan melalui bahan baku yang dapat melarutkan senyawa aromatic dari bahan baku. Campuran uap dan senyawa aromatic yang terambil dikondensasi dan kemudian air dapat dengan mudah dipisahkan dari senyawa aromatic terambil. Proses ini digunakan untuk tumbuhan segar seperti bunga, daun, atau pucuknya.
ü Distilasi kering
Bahan baku langsung dipanaskan tanpa adanya pelarut seperti air. Senyawa aromatik akan terlepas dari bahan baku melalui panas yang tinggi yang biasanya disertai pirolisis anhidrat sehingga menghasilkan pembentukan senyawa aromatik yang berbeda. Proses ini biasa digunakan untuk mengambil senyawa aromatik dari fossil amber dan fragrant wood di mana aroma ’terbakar’ atau ’terpanggang’ diinginkan.
- Expression
Bahan baku diperas atau ditekan kemudian minyak yang keluar dikumpulkan. Dari berbagai bahan baku, hanya essential oils dari kulit dan biji buah dari citrus family yang dapat terambil melalui perlakuan ini karena minyak yang ada cukup banyak jumlahnya.
- Enfleurage
Penyerapan senyawa aromatik oleh ’wax’ dan kemudian mengekstraknya dengan alkohol. Pengambilan senyawa aromatik melalui proses ini biasanya dilakukan ketika distilasi tidak dapat dilakukan. Proses ini sudah tidak biasa digunakan oleh industri masa kini karena biayanya yang mahal.
Peran teknik kimia dalam industri parfum adalah mulai dari pemilihan proses pengambilan senyawa aromatic dari bahan baku yang sesuai (distilasi, ekstraksi, dan lain-lain), pemurnian hasil (penyesuaian konsentrasi senyawa aromatic dalam parfum), dan juga bisa dalanm hal peningkatan efisiensi kerja pabrik seluruhnya.
Disusun oleh:ARI SUPRIYADI
07/250201/TK/32341
JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS GADJAH MADA Label: Teknik Kimia dalam Industri Parfum



