Ketika mendengar kata teknik kimia, orang - orang pasti langsung bergidik atau merasa ngeri. Mereka telah memiliki mind set bahwa teknik kimia merupakan sebuah terapan yang menggabungkan ilmu eksak yang sangat rumit, yaitu matematika, fisika, dan kimia. Namun, setelah itu mereka pasti akan bertanya tentang apa sebenarnya yang dilakukan dalam bidang teknik kimia dan apa saja lingkup pekerjaan yang dapat diambil oleh lulusannya.
Menurut saya, teknik kimia memang merupakan perpaduan dari ilmu eksak yang begitu mematikan (matematika, fisika, dan kimia .red). Perpaduan ilmu di atas dimaksudkan untuk mengolah sumber daya yang ada di alam menjadi suatu produk yang memiliki nilai pakai lebih tinggi.
Selain berkutat dengan 3 ilmu mematikan di atas, teknik kimia juga menitikberatkan setiap kegiatannya pada ekonomi atau bahasa lainnya adalah UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Sarjana teknik kimia diharapkan dapat menaikkan nilai pakai suatu materi agar dapat memperoleh keuntungan melalui serangkaian proses rumit yang melibatkan 3 ilmu 'sakti' tadi. Apa gunanya bersusah payah terlibat dengan rumus dan hukum alam yang sulit bila tidak ada keuntungan atau uang yang diperoleh. Benar bukan? Jadi dapat dikatakan bahwa orang kimia 'dikendalikan' oleh uang atau keuntungan.
Bila dilihat dalam bagian di atas, orang-orang teknik kimia terlihat begitu individualis dan egois karena hanya berorientasi pada uang dan sibuk mengurusi proses-proses rumit untuk menaikkan nilai pakai materi. Namun, itu tidak sepenuhnya benar karena salah satu aspek teknik kimia yang tak kalah penting adalah humanitas. Artinya, walaupun sibuk mengejar keuntungan, orang-orang teknik kimia wajib memperhatikan keadaan orang lain di sekitar mereka. Bentuk perhatian ini bisa dalam bentuk menjaga kelestarian lingkungan pemukiman (dengan cara mengolah limbah), memberikan bantuan dana (melalui penyisihan keuntungan), dan membuka lapangan pekerjaan (sangat disarankan).
Secara garis besar, dunia teknik kimia mengenal 6 aspek utama menyangkut seluruh kegiatannya. Dalam dunia internasional, aspek itu disebut CHEMICAL ENGINEERING TOOLS yang isinya adalah:
1. Neraca massa
2. Neraca energi atau panas
3. Kesetimbangan
4. Proses kecepatan (rate process)
5. Ekonomi
6. Humanitas
Agar orang-orang dapat memahami 6 Chem-Eng Tools di atas, maka diadakanlah jurusan teknik kimia, yang salah satunya adalah jurusan teknik kimia di Universitas Gadjah Mada. Dalam jurusan teknik kimia, mahasiswa diajarkan apa definisi dan bagaimana kegunaan Chem-Eng Tools nomor 1 sampai 5 melalui kegiatan perkuliahan. Untuk dapat mengerti juga Chem-Eng Tools nomor 6, mahasiswa jurusan teknik kimia diharapkan terlibat dalam komunitas di luar komunitas akademis agar sosialisasi para mahasiswa bisa berkembang. Contohnya adalah dengan menjadi anggota Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia (seperti yang ada di jurusan teknik kimia UGM), menjadi panitia seminar atau acara menyangkut pihak di luar kampus (seperti Job Fair dan Career Workshop yang pernah diadakan di Yogyakarta), dan lain-lain. Bila dapat menyeimbangkan pelaksanaan 2 bagian Chem-Eng Tools tersebut, maka sarjana teknik kimia yang dihasilkan akan memiliki 'nilai jual' yang tinggi.
Sarjana teknik kimia sangat diharapkan dapat menjadi seorang entrepeneur atau pengusaha. Hal ini bukannya tanpa alasan yang logis atau jelas. Sarjana teknik kimia diharapkan dapat menjadi pengusaha atau orang yang membuka suatu usaha baru dengan maksud agar mucul juga proses-proses baru untuk mengolah sumber daya yang ada di alam. Dengan meningkatnya jumlah pemilik usaha, maka jumlah proses yang terjadi di dunia ini bisa semakin meningkat juga yang berarti sumber daya yang ada dapat benar-benar dikelola secara maksimal dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang kejidupan manusia.
Dari uraian singkat saya di atas, tentulah Anda dapat melihat dengan jelas betapa mulianya pekerjaan seorang sarjana teknik kimia dalam kehidupan di dunia ini. Selain itu, tentu saja saya mengharapkan Anda tidak merasa ngeri atau aneh lagi ketika mendengar kata teknik kimia dan malah semakin tertarik berhubungan dengannya.
oleh:
Ari Supriyadi
07/250201/TK/32341
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Gadjah Mada
3 komentar:
Bagus Kog....
bagus kog
memang mematikan.. tugas banyak, ujian susah-susah, sering kuliah sabtu, udah susah payah nilai yang keluar tidak sesuai harapan..
tapi di tekim, masa depan terjamin (setidaknya merupakan bidang yang memiliki prospek yang baik untuk hari depan)
hidup tekkim!
by:
Ivan Wibisurya
07/256845/TK/33411
http://aivanwibisurya.blogspot.com
Posting Komentar
Bila Anda ingin memberi komentar, tolong tuliskan nama dan NIM Anda.